ViewSonic SP6 adalah proyektor DLP beresolusi XGA dengan kecerahan 4.800 ANSI lumen. Di atas kertas, ia lebih terang dari BenQ MX560 dan Epson EB-X600, padahal harganya lebih murah. Review ViewSonic SP6 ini kami susun dari spesifikasi resmi ViewSonic Indonesia, tiga video YouTube dari Thailand dan Pakistan, dan harga SP6 di toko online Indonesia.
Ringkasnya, SP6 cocok untuk kelas dan ruang rapat yang lampunya tetap menyala, asal proyektor bisa diletakkan sekitar 4 meter dari layar. Kekurangannya ada di port. HDMI cuma satu, tidak ada USB-A, dan speakernya hanya 2 W. Di Tirto Proyektor, unit barunya dijual Rp5.270.000 sudah termasuk PPN, dengan garansi resmi 3 tahun.
Daftar isi
- Spesifikasi ViewSonic SP6
- Seberapa terang 4.800 ANSI lumen?
- Desain, berat, dan isi dus
- Port dan konektivitas
- Jarak proyeksi dan ukuran layar
- Mode warna, keystone, dan hemat lampu
- Bisa wireless atau disambung ke HP?
- Kelebihan dan kekurangan
- SP6 vs BenQ MX560 vs Epson EB-X600
- Cocok untuk siapa?
- Harga ViewSonic SP6 di Tirto
- Pertanyaan yang sering muncul
- Beli ViewSonic SP6
Spesifikasi ViewSonic SP6
Angka di tabel ini diambil dari halaman produk ViewSonic Indonesia dan lembar spesifikasi resmi SP6.
| Bagian | Spesifikasi |
|---|---|
| Teknologi | DLP, chip 0,55 inci, lampu 190 W |
| Kecerahan | 4.800 ANSI lumen |
| Resolusi | XGA 1024 x 768, rasio 4:3. Bisa menerima sinyal sampai 1920 x 1080 |
| Kontras | 25.000:1 (di mode SuperEco) |
| Warna | 1,07 miliar warna, teknologi SuperColor |
| Umur lampu | 5.000 jam (normal), 15.000 jam (SuperEco) |
| Lensa | Zoom optik 1,1x, throw ratio 1,96 sampai 2,15 |
| Ukuran gambar | 30 sampai 300 inci, jarak 1,19 sampai 13,11 m |
| Keystone | Vertikal ±40° |
| Speaker | 2 W |
| Suara kipas | 31 dB (normal), 27 dB (Eco) |
| Input lag | 16 ms |
| Daya | 260 W (normal), di bawah 0,5 W saat standby, 100 sampai 240 V |
| Dimensi dan berat | 294 x 218 x 110 mm, 2,2 kg |
| Garansi (unit dari Tirto) | Resmi 3 tahun |
Seberapa terang 4.800 ANSI lumen?
Proyektor ViewSonic SP6 punya kecerahan 4.800 ANSI lumen. Untuk proyektor seharga Rp5 jutaan, angka ini termasuk tinggi. BenQ MX560 tertulis 4.000 lumen dan Epson EB-X600 3.600 lumen.

ViewSonic menulis bahwa SP6 tetap menghasilkan gambar terang di ruangan dengan cahaya sekitar yang tinggi. Dua toko proyektor di Thailand, Projector108 dan ATP Projector, menyampaikan hal serupa. ATP bahkan menyebut SP6 bisa dipakai untuk acara di tempat terang.
Masalahnya, itu semua mengutip angka spesifikasi. Dari tiga video SP6 yang kami tonton, tidak ada yang mengukur lumen dengan alat atau mencoba SP6 di ruangan dengan jendela terbuka. Seorang penonton di video ATP bertanya apakah gambarnya jelas kalau dipakai siang hari di dalam ruangan, dan pertanyaannya tidak dijawab.
Pendapat kami, untuk kelas atau ruang rapat dengan lampu menyala dan gorden tertutup sebagian, 4.800 lumen sudah lega. Yang perlu dihindari adalah sinar matahari langsung mengenai layar. Di kondisi itu, proyektor kelas ini akan sama-sama terlihat pucat.
Satu catatan soal kontras. Angka 25.000:1 diukur di mode SuperEco, yaitu mode lampu yang lebih redup. Di mode normal yang paling terang, kontrasnya lebih rendah dari angka itu.
Desain, berat, dan isi dus

Dimensi ViewSonic SP6 adalah 294 x 218 x 110 mm dengan berat 2,2 kg. Bodinya plastik doff putih dengan aksen abu-abu. Projector108 menyebut permukaan seperti ini tidak gampang menampakkan bekas sidik jari, dan itu berguna untuk proyektor yang sering dibawa pindah kelas.
Di bagian atas ada tombol power, keystone, volume, cari sinyal, dan pengaturan warna, plus lampu indikator. Kalau remote hilang, proyektor masih bisa dioperasikan dari tombol ini. Cincin zoom dan fokus ada di dekat lensa.
Ada satu hal kecil yang ditunjukkan ATP Projector. Penyetel tinggi SP6 hanya ada di kaki depan, sedangkan ViewSonic PA700W punya penyetel di samping juga. Kalau mejanya tidak rata, Anda perlu mengganjal kaki belakang.
Isi dus menurut ViewSonic: kabel power, kabel VGA, remote, dan panduan singkat. Kabel HDMI tidak termasuk, jadi siapkan sendiri. Aksesori resmi yang dijual terpisah antara lain bracket plafon PJ-WMK-007, tas PJ-CASE-008, dan lampu pengganti RLC-108.
Port dan konektivitas ViewSonic SP6

Di bagian port, SP6 terlihat paling hemat. Daftarnya menurut lembar spesifikasi ViewSonic:
- 1 HDMI (HDMI 1.4, HDCP 1.4)
- 2 VGA input (computer in, bisa juga untuk component) dan 1 VGA output (monitor out)
- 1 video komposit
- 1 audio in dan 1 audio out, jack 3,5 mm
- 1 RS-232 untuk kontrol dari sistem ruangan
- 1 mini USB, khusus servis
Dua VGA input berguna di sekolah atau kantor yang masih memakai PC dan laptop lama. Tapi laptop baru makin jarang punya port VGA, jadi hampir semua presentasi akan lewat satu-satunya port HDMI. Kalau Anda sering bergantian antara laptop dan TV box atau kamera dokumen, Anda harus cabut-pasang kabel atau memakai HDMI switch.
Tidak ada USB-A dan tidak ada LAN. Artinya SP6 tidak bisa memutar file dari flashdisk dan tidak bisa dipantau lewat jaringan. ATP Projector juga menyebut ini sebagai selisih utama SP6 dengan PA700W, yang punya 2 HDMI dan USB.
Speaker bawaan hanya 2 W. Untuk rapat kecil cukup, tapi untuk kelas berisi 30 siswa atau aula, sambungkan speaker aktif ke port audio out.
Jarak proyeksi dan ukuran layar
Throw ratio ViewSonic SP6 adalah 1,96 sampai 2,15. Angka ini termasuk panjang, sehingga proyektor perlu diletakkan cukup jauh dari layar. ViewSonic sendiri mencantumkan layar 100 inci di jarak 3,98 m. Tabel berikut kami hitung dari throw ratio resmi untuk layar 4:3.
| Ukuran layar (4:3) | Lebar x tinggi gambar | Jarak terdekat (zoom penuh) | Jarak terjauh |
|---|---|---|---|
| 60 inci | 122 x 91 cm | 2,39 m | 2,62 m |
| 80 inci | 163 x 122 cm | 3,19 m | 3,50 m |
| 100 inci | 203 x 152 cm | 3,98 m | 4,37 m |
| 120 inci | 244 x 183 cm | 4,78 m | 5,24 m |
| 150 inci | 305 x 229 cm | 5,97 m | 6,55 m |
Hasil hitungan dari throw ratio resmi. Selisih beberapa sentimeter di lapangan itu wajar.
ATP Projector memberi contoh yang sejalan. Untuk gambar selebar 2 meter, SP6 perlu diletakkan sekitar 4 meter dari layar, sedangkan PA700W cukup sekitar 3 meter.
Contoh: di kelas yang jarak dari meja guru ke papan hanya 3 meter, SP6 menghasilkan gambar sekitar 69 sampai 75 inci. Kalau Anda butuh 100 inci, proyektor harus mundur ke sekitar 4 meter atau dipasang di plafon bagian tengah ruangan. Ukur dulu ruangan sebelum memilih layar proyektor.
Angka di tabel adalah diagonal layar 4:3. Kalau yang diputar video 16:9, gambar di layar 100 inci tadi hanya 203 x 114 cm, kira-kira 92 inci, dengan pita hitam di atas dan bawah.
Mode warna, keystone, dan hemat lampu
SP6 punya lima mode warna: Brightest, Presentation, Standard, Photo, dan Movie. Brightest dipakai saat ruangan terang dan yang penting tulisan terbaca. Presentation lebih seimbang untuk slide dan grafik. ViewSonic menambahkan teknologi SuperColor yang menurut mereka membuat rentang warna lebih lebar.

Keystone vertikal bisa dikoreksi sampai ±40° lewat tombol di bodi atau remote. ViewSonic tidak menyebut keystone otomatis, dan keystone horizontal tidak ada, jadi letakkan proyektor lurus di tengah layar.

Ada dua fitur kecil yang berguna di kelas dan ruang rapat. Timer presentasi menampilkan hitung mundur di layar dan berbunyi saat waktunya habis. Blank timer mengosongkan layar selama waktu yang Anda tentukan, misalnya saat jeda diskusi. Remote SP6 juga bisa diatur ke salah satu dari 8 kode, jadi proyektor di dua kelas yang bersebelahan tidak saling terganggu remote kelas sebelah.

Untuk lampu, umurnya 5.000 jam di mode normal dan 15.000 jam di SuperEco. Sebagai gambaran, proyektor yang menyala 8 jam sehari di hari kerja dipakai sekitar 2.100 jam setahun. Dengan hitungan itu, lampu di mode normal habis sekitar dua setengah tahun, dan di SuperEco bisa sekitar tujuh tahun dengan gambar yang lebih redup.
Kalau fitur hemat daya diaktifkan dan tidak ada sinyal masuk, SP6 turun sendiri ke mode Eco lalu SuperEco. Ada juga sleep timer dan auto power off saat tidak ada sinyal, jadi proyektor kelas yang lupa dimatikan tidak menyala sampai sore.
Detail lain dari lembar spesifikasi: SP6 bisa menampilkan konten 3D lewat HDMI (kacamata tidak termasuk), input lag-nya 16 ms, dan kipasnya tertulis 31 dB di mode normal, sedikit lebih senyap dari BenQ MX560 yang 34 dB.
Bisa wireless atau disambung ke HP?
Tidak ada Wi-Fi atau Bluetooth bawaan. ATP Projector menegaskan SP6 adalah proyektor presentasi, bukan smart projector, jadi tidak ada aplikasi atau Android di dalamnya.
Karena tidak ada port USB-A, dongle HDMI wireless yang butuh daya USB harus diberi listrik dari adaptor terpisah. Untuk HP, cara paling pasti adalah kabel atau adaptor USB-C ke HDMI. Cek dulu apakah HP Anda mendukung keluaran video lewat USB-C, karena banyak HP Android kelas menengah ke bawah tidak mendukungnya. iPhone bisa memakai adaptor HDMI resmi Apple.
Kelebihan dan kekurangan ViewSonic SP6
Kelebihan
- 4.800 ANSI lumen, paling terang di antara proyektor XGA yang kami bandingkan
- Harga di bawah BenQ MX560 dan Epson EB-X600
- Lampu sampai 15.000 jam di mode SuperEco
- Ringan 2,2 kg dan bergaransi resmi 3 tahun
- 2 VGA input untuk PC dan laptop lama
- Timer presentasi, blank timer, dan 8 kode remote
Kekurangan
- Resolusi XGA 4:3, video 16:9 tampil dengan pita hitam
- HDMI cuma satu, tanpa USB-A dan LAN
- Speaker hanya 2 W
- Butuh sekitar 4 meter untuk layar 100 inci
- Penyetel tinggi hanya di kaki depan, tanpa keystone horizontal
- Belum ada uji kecerahan independen
Soal resolusi, ATP Projector menjelaskan bahwa SP6 tetap menerima sinyal Full HD 1920 x 1080 dan menampilkannya sesuai rasio sumber. Tapi gambar akhirnya tetap di resolusi panel 1024 x 768. Untuk slide 4:3 dan tabel, hasilnya tetap tajam. Untuk film, gambarnya mengecil dan detailnya berkurang.
Lampu SP6 tetap akan meredup seiring jam pakai, dan suatu saat perlu diganti dengan lampu RLC-108. Kalau gambarnya mulai redup atau warnanya berubah, tim servis proyektor Tirto di Surabaya bisa membantu mengecek dan mengganti lampu.
ViewSonic SP6 baru Rp5.270.000 (termasuk PPN), garansi resmi 3 tahun, stok siap
Pesan via WhatsAppViewSonic SP6 vs BenQ MX560 vs Epson EB-X600
Tiga proyektor ini sama-sama XGA dan sama-sama dijual di Tirto. Ulasan lengkap dua lainnya ada di review BenQ MX560 dan review Epson EB-X600.
| Aspek | ViewSonic SP6 | BenQ MX560 | Epson EB-X600 |
|---|---|---|---|
| Teknologi | DLP | DLP | 3LCD |
| Kecerahan | 4.800 ANSI lumen | 4.000 ANSI lumen | 3.600 lumen |
| Kontras | 25.000:1 | 20.000:1 | 16.000:1 |
| Zoom dan throw ratio | 1,1x, 1,96 sampai 2,15 | 1,1x, 1,96 sampai 2,15 | 1,2x, 1,48 sampai 1,77 |
| Jarak untuk 100 inci | 3,98 sampai 4,37 m | 3,98 sampai 4,37 m | 3,01 sampai 3,60 m |
| HDMI | 1 | 2 | 1 |
| VGA | 2 input, monitor out | 1 input, monitor out | 2 input, monitor out |
| USB-A | Tidak ada | Ada | Ada |
| LAN | Tidak ada | Tidak ada | Ada |
| Speaker | 2 W | 10 W | 5 W |
| Umur lampu maksimum | 15.000 jam | 15.000 jam | 12.000 jam |
| Berat | 2,2 kg | 2,3 kg | 2,7 kg |
| Harga di Tirto | Rp5.270.000 | Rp6.100.000 | sekitar Rp5,9 juta sampai Rp6 juta |
SP6 dan MX560 punya throw ratio yang persis sama, jadi jarak pasangnya juga sama. Selisihnya ada di kecerahan dan port. SP6 lebih terang 800 lumen dan lebih murah Rp830.000. MX560 punya 2 HDMI, USB-A, dan speaker 10 W. Kalau ruangannya sering ganti sumber gambar atau tidak punya sound system, selisih harga itu terbayar di MX560.
Epson EB-X600 unggul di ruangan pendek. Dari jarak 3 meter, X600 bisa menghasilkan 83 sampai 100 inci, sedangkan SP6 hanya 69 sampai 75 inci. X600 juga satu-satunya di antara ketiganya yang punya port LAN. Kecerahannya paling rendah di atas kertas, tapi Epson mencantumkan kecerahan warna yang sama dengan kecerahan putih, sedangkan ViewSonic dan BenQ hanya mencantumkan kecerahan putih. Jadi selisih 1.200 lumen di tabel belum tentu sebesar itu saat menampilkan slide berwarna.
Kalau anggaran lebih ketat, Epson EB-E600 bisa jadi pilihan. Kecerahannya 3.400 lumen dan tidak punya zoom optik, jadi posisi proyektor harus pas dengan ukuran layar. Ulasannya ada di review Epson EB-E600.
Cocok untuk siapa?
ViewSonic SP6 paling pas untuk kelas, ruang rapat, dan aula kecil yang lampunya tidak bisa dimatikan, dengan jarak dari proyektor ke layar sekitar 4 meter atau lebih. Isinya kebanyakan slide, dokumen, dan tabel, dan sumbernya cukup satu laptop. Untuk sekolah yang membeli beberapa unit sekaligus, harga yang lebih rendah dan 8 kode remote juga membantu. IT Gate Technology di Pakistan, misalnya, mengirim lebih dari 20 unit SP6 ke satu pembeli dalam satu pesanan.
SP6 kurang cocok kalau:
- ruangannya pendek, kurang dari 3,5 meter dari posisi proyektor ke layar
- Anda butuh dua sumber HDMI atau memutar file langsung dari flashdisk
- pemakaian utamanya film atau nonton bola, yang lebih enak di proyektor 16:9 atau 16:10
Untuk kebutuhan terakhir, ViewSonic punya PA700W dengan resolusi WXGA 1280 x 800. ATP Projector membandingkan keduanya dan menyebut PA700W unggul di resolusi, port, dan jarak proyeksi, sementara SP6 lebih terang dan lebih murah.
Untuk layar tancap atau acara outdoor sekali jalan, sewa proyektor dan layar besar biasanya lebih masuk akal daripada membeli SP6.
Harga ViewSonic SP6 di Tirto
Harga ViewSonic SP6 di Tirto Proyektor per Oktober 2026 adalah Rp5.270.000 untuk unit baru, sudah termasuk PPN, dengan garansi resmi 3 tahun.
Stok siap. Gudang supplier kami ada di dekat kantor Tirto di Surabaya, jadi unit tidak perlu menunggu inden.
Sebagai pembanding, listing SP6 baru dari toko besar di marketplace yang muncul di Google pada 22 Oktober 2026 kebanyakan di kisaran Rp5,2 juta sampai Rp5,6 juta. Penjual resmi di Indonesia umumnya mencantumkan garansi resmi 3 tahun dari ViewSonic Indonesia. Kalau menemukan harga jauh di bawah itu, cek dulu status garansinya dan apakah harganya sudah termasuk PPN.
Harga bisa berubah mengikuti stok distributor. Pengiriman ke luar Surabaya dan faktur untuk sekolah atau kantor bisa ditanyakan lewat WhatsApp.
Pertanyaan yang sering muncul
4.800 ANSI lumen menurut ViewSonic. Sampai Oktober 2026 kami belum menemukan reviewer yang mengukur ulang SP6 dengan alat.
Di Tirto Proyektor, ViewSonic SP6 unit baru dijual Rp5.270.000 sudah termasuk PPN, dengan garansi resmi 3 tahun (per Oktober 2026). Stok siap di Surabaya.
SP6 bisa menerima sinyal sampai 1920 x 1080, tapi resolusi aslinya XGA 1024 x 768 dengan rasio 4:3. Video 16:9 tetap tampil, dengan pita hitam di atas dan bawah. Di layar 4:3 ukuran 100 inci, gambar 16:9 hanya sekitar 92 inci.
Sekitar 4,0 sampai 4,4 meter untuk layar 100 inci 4:3, dihitung dari throw ratio resmi 1,96 sampai 2,15. ViewSonic mencantumkan 3,98 meter. Dari jarak 3 meter, gambarnya sekitar 69 sampai 75 inci.
Dengan 4.800 ANSI lumen, SP6 dirancang untuk ruangan terang dengan lampu menyala. Belum ada tes independen di ruangan siang hari, jadi hindari sinar matahari langsung ke layar dan tutup gorden yang menghadap layar.
Tidak ada Wi-Fi atau Bluetooth bawaan. HP bisa disambung lewat kabel atau adaptor USB-C ke HDMI, asalkan HP-nya mendukung keluaran video. iPhone memakai adaptor HDMI resmi Apple.
Tidak bisa. SP6 tidak punya port USB-A. Port mini USB di belakang hanya untuk servis. Putar file lewat laptop atau media player yang disambung ke HDMI.
ViewSonic mencantumkan konsumsi daya 260 W di mode normal dan di bawah 0,5 W saat standby. Lampunya sendiri 190 W.
Beli ViewSonic SP6 di Tirto Proyektor
Stok ViewSonic SP6 baru siap di Tirto Proyektor Surabaya. Harganya Rp5.270.000 sudah termasuk PPN, dengan garansi resmi 3 tahun. Kirim pesan ke WhatsApp kami untuk menanyakan:
- estimasi pengiriman
- ongkos kirim ke luar Surabaya
- faktur untuk pengadaan sekolah atau kantor
- layar, kabel HDMI, dan bracket plafon yang pas dengan ruangan Anda
WA 0812-4903-0385 · Jl. Ngagel Tirto V no. 41, Surabaya

