BenQ MX560 adalah proyektor DLP beresolusi XGA dengan kecerahan 4.000 ANSI lumen. Ia sudah punya dua port HDMI dan zoom optik 1,1x. Review BenQ MX560 ini kami susun dari spesifikasi resmi BenQ, ulasan Jagat Review dan Mobitekno, lima video YouTube, dan sekitar 125 komentar penontonnya.
Ringkasnya, MX560 enak dipakai di ruang rapat dan aula yang lampunya tetap menyala. Kekurangan utamanya resolusi 4:3 yang kurang pas untuk film dan tidak adanya wireless bawaan. Proyektor ini juga butuh jarak tembak lebih jauh dibanding Epson sekelasnya. Di Tirto Proyektor, unit barunya dijual Rp6.100.000 dengan garansi resmi 3 tahun.
Daftar isi
- Spesifikasi BenQ MX560
- Seberapa terang 4.000 ANSI lumen?
- Desain, berat, dan isi dus
- Port dan konektivitas
- Jarak proyeksi dan ukuran layar
- Mode gambar, keystone, dan hemat lampu
- Bisa wireless atau disambung ke HP?
- Kelebihan dan kekurangan
- BenQ MX560 vs Epson EB-X600
- Cocok untuk siapa?
- Harga BenQ MX560 di Tirto
- Pertanyaan yang sering muncul
- Beli BenQ MX560
Spesifikasi BenQ MX560
Data di tabel ini diambil dari halaman produk BenQ Indonesia dan lembar spesifikasi resmi BenQ untuk MX560.
| Bagian | Spesifikasi |
|---|---|
| Teknologi | DLP satu chip, DMD 0,55 inci |
| Kecerahan | 4.000 ANSI lumen (ISO 21118) |
| Resolusi | XGA 1024 x 768, rasio 4:3. Bisa menerima sinyal sampai 1920 x 1200 |
| Kontras | 20.000:1 |
| Warna | 1,07 miliar warna (30-bit) |
| Umur lampu | 6.000 jam (normal), 10.000 jam (Eco dan SmartEco), 15.000 jam (LampSave) |
| Lensa | Zoom optik 1,1x, fokus manual, throw ratio 1,96 sampai 2,15 |
| Keystone | Vertikal otomatis ±40° |
| Speaker | 10 W mono |
| Suara kipas | 34 dB (normal), 29 dB (Eco) |
| Daya | 260 W tipikal, 100 sampai 240 V |
| Dimensi dan berat | 296 x 120 x 221 mm, 2,3 kg |
| Garansi (unit dari Tirto) | Resmi 3 tahun untuk unit, 1 tahun atau 1.000 jam untuk lampu |
Seberapa terang 4.000 ANSI lumen?
Proyektor BenQ MX560 punya kecerahan 4.000 ANSI lumen. BenQ mengukurnya dengan standar ISO 21118 dan menambahkan catatan bahwa hasil di tiap unit bisa sedikit berbeda.
Di lapangan, kesan reviewer cukup seragam. Jagat Review menyebut gambarnya masih enak dilihat di ruangan terang. SuperTech, yang membandingkan MS550, MX550, dan MX560, memilih MX560 untuk aula besar dengan cahaya kuat. Pembeli di kolom komentar video Spanyol memakainya untuk minicine di rumah dan puas dengan terangnya.
Tapi semua itu kesan, bukan hasil ukur. Dari lima video yang kami tonton, tidak ada yang mengukur ANSI lumen dengan alat atau mencoba MX560 di beberapa tingkat cahaya. Komentar dengan like terbanyak di video Spanyol justru meminta tes semacam itu. BenQ juga hanya mencantumkan kecerahan putih, tanpa angka kecerahan warna.
Kontrasnya 20.000:1, lebih tinggi dari kebanyakan proyektor XGA berbasis LCD. Angka kontras seperti ini paling terasa di ruangan gelap, misalnya saat memutar video.
Desain, berat, dan isi dus

Dimensi BenQ MX560 adalah 296 x 120 x 221 mm dengan berat 2,3 kg. Jagat Review menyamakannya dengan membawa laptop yang agak tebal. Bentuk dan warnanya hampir sama dengan pendahulunya, MS550, yang sudah tidak diproduksi.
Di bawah bodi ada tiga kaki yang bisa diatur, satu di antaranya bisa dinaikkan cepat untuk mengangkat gambar. Ada juga lubang sekrup untuk bracket plafon. BenQ menjual bracket universal CM00G3 sebagai aksesori terpisah.
Menurut BenQ, isi dusnya adalah remote dengan baterai, kabel power, kabel VGA 1,5 m, panduan singkat, dan kartu garansi. Tidak ada kabel HDMI dan tidak ada tas.
Port dan konektivitas BenQ MX560

Untuk proyektor kelas bisnis, port MX560 termasuk lengkap. Daftarnya menurut lembar spesifikasi BenQ:
- 2 HDMI (HDMI 1.4a, HDCP 1.4)
- 1 VGA input dan 1 VGA output (monitor out)
- 1 video komposit RCA dan 1 S-Video
- 1 audio in dan 1 audio out, keduanya jack 3,5 mm
- 1 USB-A untuk mengisi daya perangkat dan untuk dongle wireless opsional
- 1 mini USB untuk update firmware
- 1 RS-232 untuk kontrol dari sistem ruang rapat
- Slot Kensington untuk gembok pengaman
Dua HDMI berguna kalau laptop presenter dan TV box atau kamera dokumen dipakai bergantian. Cukup ganti input lewat remote, tanpa cabut-pasang kabel. Proyektor juga bisa menyala sendiri begitu ada sinyal HDMI masuk.
Audio out memudahkan menyambung ke speaker aktif atau sound system, hal yang di Epson EB-X500 tidak bisa dilakukan. Kalau ruangannya kecil, speaker bawaan 10 W sudah cukup. Jagat menyebutnya cukup lantang untuk rapat RT.
Ada dua hal yang sering salah paham. Pertama, Jagat Review menyebut HDMI 2.0, sedangkan BenQ menulis HDMI 1.4a. Untuk laptop dan TV box Full HD, versi 1.4a sudah cukup. Kedua, port USB-A tidak tercantum untuk memutar file dari flashdisk. Beberapa penonton di YouTube mengeluhkan hal ini, jadi siapkan laptop atau media player kalau ingin memutar video dari flashdisk.
Jarak proyeksi dan ukuran layar
Bagian ini paling sering ditanyakan dan paling jarang dijawab. Throw ratio MX560 adalah 1,96 sampai 2,15, artinya proyektor perlu diletakkan cukup jauh dari layar. Tabel berikut kami hitung dari angka itu untuk layar 4:3.
| Ukuran layar (4:3) | Lebar x tinggi gambar | Jarak terdekat (zoom penuh) | Jarak terjauh |
|---|---|---|---|
| 60 inci | 122 x 91 cm | 2,39 m | 2,62 m |
| 80 inci | 163 x 122 cm | 3,19 m | 3,50 m |
| 100 inci | 203 x 152 cm | 3,98 m | 4,37 m |
| 120 inci | 244 x 183 cm | 4,78 m | 5,24 m |
| 150 inci | 305 x 229 cm | 5,97 m | 6,55 m |
Hasil hitungan dari throw ratio resmi. Selisih beberapa sentimeter di lapangan itu wajar.
Angka 100 inci di jarak sekitar 4 meter cocok dengan pengalaman Jagat Review, yang menyebut 4,3 meter. Video Spanyol sempat menyebut minimal 6 meter, tapi angka itu tidak sesuai dengan spesifikasi.
Contoh: dari jarak 3 meter, MX560 menghasilkan gambar sekitar 69 sampai 75 inci. Seorang penonton yang sebelumnya memakai BenQ MX514 bertanya apakah MX560 bisa 90 inci dari 3 meter. Jawabannya tidak bisa, karena 90 inci butuh sekitar 3,6 meter. Ukur dulu ruangan sebelum memilih layar proyektor.
Satu hal lagi soal ukuran. Angka di tabel adalah diagonal layar 4:3. Kalau yang diputar film atau siaran bola 16:9, gambar di layar 100 inci tadi hanya 203 x 114 cm, atau sekitar 92 inci, dengan pita hitam di atas dan bawah.
Mode gambar, keystone, dan hemat lampu

MX560 punya beberapa mode gambar siap pakai: Bright, Presentation, Infographic, Spreadsheet (di halaman BenQ Indonesia disebut Data Review), sRGB, 3D, dan dua mode User. Untuk slide kantor, Presentation dan Infographic paling sering dipakai. Mobitekno, yang memakai unitnya lebih dari dua minggu, menilai grafik dan tabel tampil jelas di dua mode itu.
Keystone vertikal bekerja otomatis sampai ±40°. Begitu kaki depan dinaikkan, gambar yang tadinya trapesium langsung diluruskan. Keystone horizontal tidak ada, jadi usahakan proyektor tetap lurus di tengah layar.

Untuk urusan lampu, BenQ menyediakan beberapa pengaturan:
- SmartEco menyesuaikan daya lampu dengan isi gambar. Menurut BenQ, penghematan daya lampunya bisa sampai 70%.
- LampSave memperpanjang umur lampu sampai 15.000 jam.
- Eco Blank meredupkan lampu kalau tidak ada sinyal selama 3 menit (dicatat Jagat Review).
- Auto power off mematikan proyektor setelah 20 menit tanpa sinyal.
Jagat Review mengukur konsumsi dayanya sekitar 252 W di mode normal, 240 sampai 253 W di SmartEco tergantung gambar, dan sekitar 214 W di mode Eco dan LampSave. BenQ juga mencantumkan fitur restart cepat. Kalau proyektor tidak sengaja dimatikan, ia bisa dinyalakan lagi dalam 90 detik tanpa menunggu pendinginan penuh.
Mesin DLP-nya tertutup, sehingga debu tidak masuk ke jalur optik. Jagat Review dan video Spanyol sama-sama menyebut ini sebagai alasan perawatannya lebih ringan dibanding proyektor yang harus rutin dibersihkan filternya.
Bisa wireless atau disambung ke HP?
Pertanyaan ini muncul sekitar enam kali di kolom komentar Jagat Review saja, belum termasuk video lain. Jawabannya: MX560 tidak punya Wi-Fi atau Bluetooth bawaan.
Port USB-A di belakang disiapkan untuk dongle wireless opsional dari BenQ yang dijual terpisah. Untuk HP, cara paling pasti adalah adaptor atau kabel USB-C ke HDMI. Cek dulu apakah HP Anda mendukung keluaran video lewat USB-C, karena banyak HP Android kelas menengah ke bawah tidak mendukungnya. iPhone bisa memakai adaptor HDMI resmi Apple.
Bluetooth ke speaker juga tidak ada. Speaker eksternal disambung lewat jack audio out dengan kabel.
Kelebihan dan kekurangan BenQ MX560
Kelebihan
- 4.000 ANSI lumen, nyaman dipakai dengan lampu ruangan menyala
- 2 HDMI, VGA out, dan audio out
- Speaker 10 W, dua kali daya speaker Epson EB-X600
- Lampu sampai 15.000 jam di mode LampSave
- Mesin DLP tertutup, debu tidak masuk ke optik
- Ringan 2,3 kg dan bergaransi resmi 3 tahun
Kekurangan
- Resolusi XGA 4:3, film 16:9 tampil dengan pita hitam
- Tidak ada Wi-Fi atau Bluetooth bawaan
- Zoom cuma 1,1x dan butuh jarak sekitar 4 meter untuk 100 inci
- Tidak ada keystone horizontal
- USB-A tidak untuk memutar flashdisk
- Garansi lampu cuma 1 tahun atau 1.000 jam
Keluhan paling keras datang dari video Spanyol dan satu komentar di video resmi BenQ: di tahun 2022 saja mereka menganggap XGA sudah ketinggalan. Untuk presentasi, keluhan ini tidak terlalu berpengaruh. Slide PowerPoint 4:3 dan tabel Excel tetap tajam. Untuk hiburan, keluhan itu masuk akal.
Garansi lampunya 1 tahun atau 1.000 jam, mana yang lebih dulu tercapai. Proyektor yang menyala 8 jam sehari di hari kerja bisa melewati 1.000 jam dalam sekitar enam bulan. Kalau nanti lampunya meredup, tim servis proyektor Tirto di Surabaya bisa membantu mengecek dan mengganti lampu.
BenQ MX560 baru Rp6.100.000, garansi resmi 3 tahun
Tanya stok via WhatsAppBenQ MX560 vs Epson EB-X600
Di kolom komentar, penonton paling sering membandingkan MX560 dengan proyektor Epson, terutama EB-E500 dan EB-X500. Keduanya sudah digantikan generasi baru, jadi pembanding yang adil sekarang adalah EB-X600, sama-sama XGA dan sama-sama punya zoom optik. Ulasan lengkapnya ada di review Epson EB-X600.
| Aspek | BenQ MX560 | Epson EB-X600 |
|---|---|---|
| Teknologi | DLP | 3LCD |
| Kecerahan | 4.000 ANSI lumen | 3.600 lumen |
| Resolusi dan kontras | XGA, 20.000:1 | XGA, 16.000:1 |
| Zoom optik dan throw ratio | 1,1x, 1,96 sampai 2,15 | 1,2x, 1,48 sampai 1,77 |
| Jarak untuk 100 inci | 3,98 sampai 4,37 m | 3,01 sampai 3,60 m |
| HDMI | 2 | 1 |
| VGA | 1 input, monitor out | 2 input, monitor out |
| Audio out | Ada | Ada |
| LAN | Tidak ada | Ada |
| Speaker | 10 W | 5 W |
| Umur lampu maksimum | 15.000 jam (LampSave) | 12.000 jam (eco) |
| Berat | 2,3 kg | 2,7 kg |
Di atas kertas MX560 lebih terang 400 lumen. Tapi cara tiap merek menulis kecerahan tidak selalu sama, dan belum ada yang mengetes keduanya berdampingan. Epson mencantumkan kecerahan warna yang sama dengan kecerahan putih, sedangkan BenQ tidak mencantumkan kecerahan warna.
Pilih MX560 kalau ruangannya panjang dan terang, misalnya aula atau ruang rapat besar dengan proyektor di plafon belakang, atau kalau Anda sering bergantian memakai dua sumber HDMI. Speaker 10 W-nya juga membantu di ruangan tanpa sound system. Kalau yang dicari kecerahan lebih tinggi dengan harga lebih rendah, ViewSonic SP6 punya jarak pasang yang sama dengan MX560, ulasannya ada di review ViewSonic SP6.
Pilih X600 kalau ruangannya pendek. Di kelas dengan jarak meja guru ke papan 3 meter, X600 bisa menghasilkan 83 sampai 100 inci, sedangkan MX560 hanya 69 sampai 75 inci.
Cocok untuk siapa?

BenQ MX560 paling pas untuk ruang rapat dan aula, juga kelas yang proyektornya bisa diletakkan agak jauh dari layar. Makin cocok kalau lampu ruangan tidak bisa dimatikan dan isi yang ditampilkan kebanyakan slide dan tabel.

Untuk nobar di dalam ruangan, misalnya di kafe atau rumah, MX560 bisa dipakai, asal Anda menerima gambar 16:9 yang lebih kecil dari ukuran layarnya. Sekitar delapan komentar di Jagat Review menanyakan nobar, layar tancap, dan pemakaian di luar ruangan, dan tidak ada reviewer yang menjawab atau mengetesnya.
Pendapat kami, MX560 bukan pilihan untuk layar tancap atau acara outdoor. Dari jarak 8 meter gambarnya memang bisa sekitar 180 sampai 200 inci, tapi cahaya 4.000 lumen yang disebar ke layar sebesar itu akan terlihat pudar, dan resolusi XGA mulai terlihat kotak-kotak. Untuk acara sekali jalan, sewa proyektor dan layar besar biasanya lebih masuk akal daripada membeli.
Kalau anggaran Anda untuk kelas atau kantor dan ingin membandingkan dengan pilihan Epson yang lebih ringkas jarak tembaknya, baca juga review Epson EB-E600 dan review Epson EB-X500.
Harga BenQ MX560 di Tirto
Harga BenQ MX560 di Tirto Proyektor per Oktober 2026 adalah Rp6.100.000 untuk unit baru. Garansi resminya 3 tahun untuk unit, dan 1 tahun atau 1.000 jam untuk lampu.
Sebagai gambaran, saat Jagat Review mengulas MX560 pada Januari 2021, harga resminya Rp7.150.000, dan Mobitekno mencatat Rp7.200.000 pada Maret 2021. Banyak penonton waktu itu menganggapnya mahal. Harga sekarang sudah sekitar satu juta rupiah lebih rendah.
Harga bisa berubah mengikuti stok distributor. Pengiriman ke luar Surabaya dan faktur untuk sekolah atau kantor bisa ditanyakan lewat WhatsApp.
Pertanyaan yang sering muncul
4.000 ANSI lumen menurut BenQ, diukur dengan standar ISO 21118. Sampai sekarang belum ada reviewer yang mengukur ulang MX560 dengan alat.
Di Tirto Proyektor, BenQ MX560 unit baru dijual Rp6.100.000 dengan garansi resmi 3 tahun (per Oktober 2026). Saat diulas Jagat Review pada Januari 2021, harga resminya Rp7.150.000.
Resolusi aslinya XGA 1024 x 768 dengan rasio 4:3. Sumber 16:9 tetap bisa tampil, tapi ada pita hitam di atas dan bawah. Di layar 4:3 ukuran 100 inci, gambar film 16:9 hanya sekitar 92 inci.
Tidak ada Wi-Fi bawaan. Port USB-A disiapkan untuk dongle wireless opsional dari BenQ. Untuk HP, cara paling pasti adalah kabel atau adaptor USB-C ke HDMI, asalkan HP-nya mendukung keluaran video.
Sekitar 4,0 sampai 4,4 meter untuk layar 100 inci 4:3, dihitung dari throw ratio resmi 1,96 sampai 2,15. Dari jarak 3 meter, gambarnya sekitar 69 sampai 75 inci.
BenQ mencantumkan konsumsi daya tipikal 260 W. Jagat Review mengukur sekitar 252 W di mode normal dan sekitar 214 W di mode Eco dan LampSave.
Bisa. Ada mode gambar 3D, dan kacamatanya dijual terpisah, yaitu BenQ DGD5 yang bertipe aktif DLP-Link. Kacamata 3D pasif tidak bisa dipakai.
Keduanya XGA. MX560 lebih terang, 4.000 ANSI lumen dibanding 3.600 pada MX550. Menurut video SuperTech, selisih ini terasa di ruangan besar yang terang, sedangkan untuk kelas biasa 3.600 lumen sudah cukup.
Beli BenQ MX560 di Tirto Proyektor
Unit baru BenQ MX560 tersedia di Tirto Proyektor Surabaya seharga Rp6.100.000, garansi resmi 3 tahun. Kirim pesan ke WhatsApp kami untuk menanyakan:
- stok dan estimasi pengiriman
- ongkos kirim ke luar Surabaya
- faktur untuk pengadaan sekolah atau kantor
- layar dan bracket plafon yang pas dengan ruangan Anda
WA 0812-4903-0385 · Jl. Ngagel Tirto V no. 41, Surabaya
Sumber
- Halaman produk BenQ MX560, BenQ Indonesia
- Lembar spesifikasi BenQ MX560, BenQ Europe
- Hands-on review BenQ MX560, Jagat Review (Januari 2021)
- Review BenQ MX560, Mobitekno (Maret 2021)
- Video YouTube: Jagat Review, proyecion Y sonido, SuperTech (MS550 vs MX550 vs MX560), GulfTech (MX550 vs MX560), dan Budget buy tamil, beserta komentar penonton di delapan video MX560

